List Laporan
Laporan dan progress penanganan dari instansi serta dinas terkait.
List Laporan
Semua
Ternak Babi Dibeli Bulan Lalu Sebanyak 30 Ekor, Setelah 3 Hari Di Kandang Ada 1 Ekor Menunjukkan Gejala Sakit Berupa Demam Tinggi, Tidak Ada Nafsu Makan, Lemah, Sempoyongan Dan Lumpuh.
Ternak babi milik I Nyoman Sutirtayana sebanyak 30 ekor didatangkan bulan lalu dari daerah Tabanan. Setelah 3 hari di kandang ada 1 ekor babi sakit dengan gejala panas tinggi, tidak nafsu makan, lemah, sempoyongan dan lumpuh. Ternak sakit dilakukan pengobatan dan diisolasi. Keesokan harinya ditemukan 1 ekor babi lain yang mati dan selang beberapa hari dilaporkan 1 ekor lagi yang sakit. Dilaporkan juga beberapa ekor ternak babi disekitar yang sakit.
Babi Tidak Mau Makan Dari 3 Hari Yang Lalu Dan Mati Tanggal 18 Mei 2026 Sebanyak 1 Ekor Betina
Babi tidak mau makan dari 3 hari yang lalu, kemarin tgl 18 Mei mati 1 ekor dan sakit sebanyak 2 ekor
Terima kasih informasinya, segara babi yang sakit diisolasi, perketat lalulintas ternak, lakukan spraying desinfektan. BBV Denpasar akan investigasi pengambilan sampel akan dilakukan uji di BBV Denpasar
Senin, 18 Mei 2026 10:30
Babi Mogok Makan, Suhu Tubuh Meningkat
ternak babi mogok makan dan suhu tubuh meningkat
Terima kasih informasinya, mohon segera pisahkan babi yg sakit, lakukan spraying desinfektan, batasi lalulintas ternak dan mohon dibantu pengambilan sampel untuk diuji di BBV Denpasar, serta laporkan di aplikasi iSIKHNAS. Hasil uji BBV Denpasar akan kami laporkan kemudian.
Rabu, 13 Mei 2026 10:14
Kematian Babi Suspect Asf
Babi tidak mau makan, lemah, demam tinggi, tidak bisa berdiri
Terima kasih informasinya, mengibgat di bebwrapa wilayahlinnya kasus ASF sedeng tingginya, mohon babi yg sakit di isolasi, segera lakukan KIE, spraying desinfektan, segera dilakukan pengambialan sampel untuk diuji di BBV Dps
Senin, 04 Mei 2026 09:47
Babi Tidak Mau Makan
Ada acara kedukaan di sekitar rumah pemilik babi, dan untuk kepentingan acara adat keluarga yang berduka membawa babi dari Kecamatan Lembor. Babi kemudian di bunuh untuk kepentingan acara kedukaan tersebut, penyakit mulai menyebar di beberapa peternak sekitar satu minggu setelah selesai acara kedukaan
Terima kasih informasinya, mohon babi yg sakit diisolasi, segara lakukan spraying desinfektan dan perketat laluluntas ternak, mohon segera diambil sampel untuk diuji di BBV Denpasar
Senin, 04 Mei 2026 09:06
Induk Keguguran Dan Tidak Nafsu Makan
Ternak tiba tiba keguguran dan hilang nafsu makan dan ada beberapa ternak yang masih bunting juga mengalami penurunan nafsu makan dan suhu tubuhnya meningkat
Terima kasih informasinya dok, mehon dipisahkan ternak yg sakit dg yang sehat, perketat lalulintas ternak, lakukan spraying desinfektan, akan segera dilakukan pengambilan sampel oleh Tim Investigasi BBV Denpasar
Rabu, 04 Mar 2026 14:09
Kematian Ternak Babi Secara Beruntun
Ternak mengalami penurunan nafsu makan, kulit terutama di bagian telinga kemerahan sampai keunguan. Mati sekitar 2 hari kemudian
Terima kasih informasinya, Tim Invetigasi BBV Denpasar akan melakukan penelusuran kasus, pengambilan kasus. sampel segera diuji dan hasil ßegera disampaikan. Mohon perketat lalu lintas ternak dan lakukan biosekuriti.
Jumat, 20 Feb 2026 04:21
Kematian Mendadak Ternak Babi Dengan Gejalah Demam, Tidak Mau Makan
Babi yang pertama matienunjukan gejalah demam, tidak mau makan, kemerahan pada selangkangan lalu mati 2 hari kemudian. Babi mati dipotong warga dan dagingnya dibagikan. Selanjutnya babi-babi yg mengkonsumsi dan terkontaminasi limbah babi mati tersebut mulai menunjukan gejalah demam, tidak mau makan lalu mati dlm waktu 1 s/d 3 hari kemudian. Sejak tanggal 2 s/g 9 februari diketahui sebanyak 61 ekor babi yg sudah mati berusia 4 sampai 24 bulan. Ditemukan juga 6 ekor babi yg sedang sakit
Terima kasih informasinya, mohon segera sampel dikirim ke BBV Denpasar untuk diuji di Labortorium, perketat lalulintas ternak dan lakukan penyemprotan desinfektan
Jumat, 13 Feb 2026 17:34
Populasi Ayam 120 Ekor. Semuanya Mati Dalam Kurun Waktu 1 Minggu Sejak 26 Januari Sampai Tanggal 3 Februari. Gejala Klinisnya Keluar Lendir Dari Hidung Serta Bagian Pial Berwarna Merah Kebiruan. Moh
Pada tanggal 2 februari 2026 ada laporan kematian ternak ayam kampung di desa horinara kecamatan klubagolit melalui media sosial. Tim dari dinas perkebunan dan peternakan bersama petugas puskeswan setempat kemudian turun melakukan penyidikan pada tanggal 3 februari 2026. Dari hasil wawancara dengan aparat desa diketahui bahwa sejak desember 2025 sampai awal februari 90% populasi ayam kampung di desa tersebut telah mati dengan gejala antara lain jalan sempoyongan, keluar lendir dari hidung dan tiba tiba terjatuh dari tempat bertengger. Petugas kemudian mendatangi peternak yang melaporkan ternaknya mati melalui medsos. Dari hasil wawancara dengan peternak tersebut diketahui bahwa ayam miliknya sejumlah 120 an ekor dalam waktu 1 minggu mati dengan gejala keluar lendir dari hidung, pial merah kebiruan. Ayam terakhir yang mati pada pagi itu akhirnya dinekropsi dan diambil sampel organnya.
Terima kasih informasinya, mohon perketat lalulintas unggas, folakukan biosekuriti dan mohon segera dikirim sampel nya untuk diuji di laboratorium hasil uji segera akan diinformasikan
Rabu, 11 Feb 2026 09:53
Suspect Asf
Anoreksia, demam dan mati
terima kasih infotmasinya, segera pisahkan yg sakit, lakukan spraying desinfektan, mohon segera dilakukan pengmbilan sampel kirim ke BBV Denpasar
Selasa, 03 Feb 2026 21:28
Kematian Dan Kesakitan Ternak Babi
Kasus muncul karena Salah Satu Peternak Bernama Siprianus Jedan membawa satu ekor babi berumur sekitar 5 bulan dari Borong Kabupaten Manggarai Timur ke rumahnya di wilayah Malawatar Kelurahan Tangge Kecamatan Lembor. Populasi ternak babi di kandang Bapak Siprianus Jedan berjumlah 7 ekor ditmabah babi dari Borong menjadi 8 ekor. Babi yang di bawah dari Borong menunjukkan gejala sakit yaitu kehilangan nafsu makan (anoreksia) setelah satu minggu berada di kandang milik Bapak Siprianus Jedan. Babi bertahan selama 4 hari tanpa adanya pengobatan . Setelah itu babi mati dan berdasarkan informasi dari Bapak Siprianus Jedan Babi tersebut dikuburkan sebelum babi tersebut mati Bapak Siprianus Jedan pernah mengujungi Kendang Babi tetangganya (Bapak Ignasius Santoso) . Pada tanggal 30 Juli 2025, salah satu ternak babi Bapak Ignasius Santoso menujukkan gejala sakit (kehilangan nafsu makan dan muncul ruam merah disekitar telinga, leher dan kaki depan). Bapak Ignasius Santoso menghubungi petugas Puskeswan Lembor untuk memeriksa dan mengobati babi yang sakit. Pada tanggal 1 Agustus 2025 tim Puskeswan Lembor melakukan investigasi dan pengambilan sampel darah (serum dan EDTA) pada ternak babi yang sehat yang berada di kandang babi sekitar Lokasi kematian babi sekaligus mengambil sampel ternak babi sakit di kandang Bapak Ignasius Santoso. Setelah tim melakukan investigasi dan pengambilan sampel darah, tim Puskeswan Lembor juga memberikan KIE dan memberikan desinfektan kepada warga. Tada tanggal 3 Agustus 2025 tim Puskeswan kembali mengujungi rumah Bapak Ignasius Santoso untuk menjelaskan tentang surat edaran Bupati terkait Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Penyakit ASF (African Swine Fever) serta membuat surat pernyataan untuk mengikuti edaran tersebut. Tetapi Bapak Ignasius Santoso Menolak untuk menandatangai Surat Pernyataan tersebut dengan alasan : 1. Populasi ternak babi yang sangat banyak dengan jumlah 43 ekor dengan rincian umur 3-4 bulan 20 ekor , indukan 8 ekor, Jantan besar 1 ekor, anak umur 40 hari 11 ekor, anak umur 3 minggu 3 ekor. 2. Membutuhkan biaya besar untuk menguburkan babi yang mati.
Terima kasih informasinya dok, ijin mohon segera dilakukan pemisahan babi yg sakit dengan yang sehat, mohon dilakukan spraying desinfektan dan batasi lalulintas ternak. Segera dikirim sampel ke BBV Denpasar untuk konfirmasi penyakit.
Rabu, 13 Agu 2025 14:03
Adanya Laporan Kematian Ternak Sapi
Adanya laporan kematian ternak sapi dengan gejala klinis bengkak pada mandibula, hipersalivasi, mata bengkak, dan anorexia
Terima ksih informasinya, mohon segera dipisahkan sapi yg sakit dg yg sehat, yang sakit segera diobati, lakukan spraying desinfektan dan perketat lalulintas ternak. Sampel segra kami uji, hasil uji laboratorium akan kami infokan selanjutnya.
Rabu, 04 Jun 2025 17:11
Mati Mendadak
Sapi sebanyak 11 ekor ditemukan mati mendadak di wilayah tambang emas tradisional dengan tanda klinis mulut dan hidung berbusa, kaki kaki kaku, perut membesar, setelah dilakukan nekropsi didapat ruptur pada rumen.
Terima kasih informasinya, perketat lalulintas ternak, sampel segera kami uji, laporan hasil uji segera kami informasikan
Selasa, 11 Mar 2025 10:33
Kaki Belakang Lemas, Anoreksia, Sedikit Demam,
Babi umur 1,5 thn, demam tinggi, mata merah, lemah,muntah, anoreksia, kemerahan seluruh tubuh, kaki tidak bisa menopang badan. Sampel sudah diambil, ada babi mati di sekitar lingkungan babi sakit .
Terima kasih informasinya, mohon segara pisahkan ternak yg sakit dengan yang sehat, lakukan desinfektan, hasil uji akan segera diinformasikan
Kamis, 06 Mar 2025 15:29
Demam Tinggi,tidak Mau Makan
Tela terjadi kematian babi dalam jumlah tinggi di Desa Wolotolo dan juga beberapa Desa lainya milik masyarakat dengan gejala hampir sama,tidak berespon terhadap pengobatan
Terima kasih informasinya, mohon pisahkan ternak yg sakit dg yang sehat, lakukan spraying desinfektan, perketat lalu lintas ternak, Hasil uji lab akan segera kami informasikan.
Jumat, 14 Feb 2025 15:43
Ada Kematian Sapi
kasus sapi yang mati selasa 10 Des itu 1 mati di lokasi dan 1 lagi sakit tetapi mati sesudah sampai di tempat jagal ini info pak made suastika pemilik ternak, gejala nya perut kembuh, muntah berbuih indikasi ke bloat
Terima kasih informasinya, tim investigasi BBVet Denpasar melakukan penelusuran kasus, sampel dalam proses uji di BBVet Denpasar. Pakan hijauan rumput gajah diuji cepat dilokasi kejadian kandungan nitrat tinggi, adanya kandungan nitrat dan kandungan air tinggi pada rumput gajah di musim hujan memicul terjadinya Bloat pada sapi. Menyarankan adanya proses pelayuan rumput gajah sebelum dikasi ke sapi.
Jumat, 13 Des 2024 04:32
Ada Kematian Sapi
Kamis, 28 Nopember 2024 Ijin melaporkan kasus kematian sapi di Desa Mengani,kematian sapi secara mendadak tidak ada tanda tanda sakit sbelum kematian makan masih sperti biasa,kematian sapi terjadi dr seminggu yg lalu sekitar 10 ekor dan kebanyakan yg betina mati., mohon bantuannya bapak kepala Balai Besar Veteriber Denpasar untuk bisa memberi petunjuk / menuerunkan tim investigasi untuk mengatasi permasalahan Kabid PKH Dinas PKB Bangli Drh. I Made Armana
Terima kasih informasinya,Tim Investigasi BBVet Denpasar sudah ke lokasi sampel akan segera diuji, laporan hasil uji akan segera dii fokan.
Jumat, 29 Nov 2024 14:48
Se/ngorok
Sejak akhir februari sampai dengan 31 agustus 2024 sebanyak 16 ekor kerbau mati di desa golo rutuk. Gejala yg tampak sebelum kematian berupa, keluar leleran hidung, nafas berat dan sesak, berjalan menunduk, badan lemah dan diikuti kelumpuhan. Ternak kerbau yang sakit akan mati setelah 10 hari sampai dengan 1 bulan. Pada saat penelusuran tdk diperoleh informasi pemasukan HPM dari luar daerah. Namun diketahui belum pernah dilakukan vaksinasi se. Selain itu perubahan cuaca yg kurang menentu jg sangat berpengaruh pada kondisi hewan. Selanjutnya telah dilakukan pengambilan sampel darah edta dan swab nasal dan dikirim ke laboratorium balai besar veteriner denpasar.
Terima kasih infonya, sampel segera diuji di BBVet Denpasar, pisahkan hewan yang sakit dg yg sehat, rutin dilakukan desinfektan, laporan hasil uji segera dilaporkan
Rabu, 18 Sep 2024 15:01
Septicemia Epizootica
Sejak akhir februari sampai 31 agustus 2024 sebanyak 16 ekor kerbau mati. Gejala sebelum mati berupa keluar leleran hidung, berjalan menunduk, bandan lemah lalu lumpuh. Kerbau akan mati dalam waktu 10 hari sampai 1 bulan.
Tgl 13 Agustus 2024
Pada tgl 7 agustus 1 ekor kerbau betina menujukan gejala kulit mengeras, tdk mau makan selama 1 minngu dan mati, pada tggl 11 agustus dilaporkan ada 1 ekor kerbau jantan umur 1 tahun sakit dg gejala klinis kulit mengeras, luka2 pada daerah leher, mata menguning dan pucat, dehidrasi.pada tggl 13 agustus di suntik dg ivermectin, vitamin dan antibiotik...sampel yg diambil kerokan kulit, sampel darah...Dan sampel teraebut sdh dikirim ke BBVet denpasar untk peneguhan diagnosa.diagnosa sementara keracunan lantana, DD filiriasis
terima kasih informasinya, segera akan dilakukan pengujian laboratorium
Senin, 19 Agu 2024 14:48
Tanggal 13 Juli Ada Babi Sakit Kemudian Mati
Pada tgl 13 juli babi umur 2.4 bln sakit, tdk mau makan dan besokx mati, tgl 16 juli babi umur 1.3 bln sakit dg gejala klinis kaki mendayung, 2 hr kemudian mati dan ambil sampel darah, tgl 4 agustus 1 ekor sakit umur 2 bln sakit keluar darah dari hidung dan mati, tgl 11 agustus umur 2.4 bln mati mendadak, tgl 13 agustus 1 ekor mati umur 2.1 bln, sampel darah n organ sudah dikrm ke bbvet denpasar utk pengujian peneguhan diagnosa..diagnosa sementara ASF/CSF/Strep
Terima kasih informasinya, sampel akan segera diuji, perketat lalu lintas ternak dan lakukan spraying desinfektan
Senin, 19 Agu 2024 14:47
Pneumonia, Ngorok
1.Pada saat kunjungan kelapangan ditemukan 1 (satu) ekor sapi milik Arif Rahman Hakim mati dengan tanda klinis perut bagian kiri kembung dengan diagnosa sementara adalah gangguan metabolik (bloat/tympani rumen)<br><br> 2.Pada lokasi yang sama ditemukan 1 (satu) ekor sapi milik Tibyan Hadi sakit dengan tanda klinis yaitu leleran hidung (pus/nanah), terdapat edema di bagian dagu, anoreksia sudah berlangsung ± 7 hari. Menurut penuturan pemilik, sapi tersebut telah diberikan penanganan oleh pihak ketiga (mantri hewan). Tindakan terapi tidak dilakukan karena pertimbangan sapi kurang dari 1 hari ditangani dan pemilik sudah memberikan jamu (air gula + sedikit garam) dan sapi tidak menunjukkan dehidrasi. Diagnosa sementara yaitu pneumonia (infausta)<br><br> 3.Sapi lainnya sejumlah 1 (satu) ekor milik Samsul Ma’rup juga terlihat sakit dengan tanda klinis yaitu leleran hidung (pus/nanah), kekurusan, ngorok, anoreksia sudah berlangsung ± 14 hari. Terapi pengobatan diberikan dengan pemberian anti inflamasi 10ml (dexametazon), vitamin ATP 10ml, dan antibiotik golongan penicilin 10ml. Diagnosa sementara yaitu pneumonia (infausta)<br><br> 4.Pada tanggal 6 Februari 2024 tim kembali mendapatkan laporan ternak sapi milik Ridwan sejumlah 1 (satu) ekor dalam keadaan mati, sehingga disaat yang sama tim langsung turun kelapangan untuk melakukan investigasi. Pada saat kunjungan tim melihat tanda klinis perut bagian kiri kembung dengan diagnosa sementara adalah gangguan metabolik (bloat/tympani rumen)<br><br> 5.Pada tanggal yang sama (6 Februari 2024) sapi milik Tibyan Hadi yang sehari sebelumnya mendapatkan penanganan oleh tim akhirnya ditemukan mati<br><br> 6.Pada tanggal 7 Februari 2024 sapi milik Samsul Ma’rup yang sebelumnya mendapatkan penanganan oleh tim akhirnya ditemukan mati<br><br> 7. Pada tanggal 16 Februari 2024 sapi milik I Gede Suka yang berada di desa Baluk banjar Jati mengalami gejala ngorok dan anorexia Mohon BBVet Denpasar di fasilitasi untuk investigasi lanjutan dan pengambilan sample.
Terima kasih informasinya, segera BBVet Denpasar dan Dinas yg membidangi fungsimpeternakan dan kesehatan hewan Kab Jembrana investigasi penelusuran kasus, KIE dan pengambilan sampel diuji di BBVet Denpasar
Jumat, 16 Feb 2024 08:29
Gejala Tb
Kity, hewan monyet jenis ekor panjang, mulai kehilangan nafsu makan sekitar 4 minggu lalu dan batuk-batuk sejak 3 mingu lalu. Dapat diberikan antibiotik oleh dokter hewan namun kondisi semakin memburuk. Karena sudah semakin kurus, hewan lalu di euthanasia oleh dokter untuk diambil sampelnya.
Terima kasih informasinya, Tem BBVet Denpasar investigasi pengambilan sampel untuk dilakukan pengujian di laboratorium BBVet Denpasar
Jumat, 10 Nov 2023 13:05
Laporan Tim Puskeswannak Kecamatan Taliwang
Kronologi kejadian: Sabtu, 21 Oktober ada laporan peternak sapinya 4 ekor mengalami bentol2 pada kulit di bagian badan, perut dan leher. Kemudian terjadi penambahan sebanyak 5 ekor pada hari Senin 23 Oktober pada peternak yg sama dan peternak tetangganya sehingga berjumlah 10 ekor. Pada hari Selasa tanggal 24, ada penambahan sebanyak 2 ekor pada peternak yang berbeda. Pada hari kamis ada penambahan lagi sebanyak 5 ekor dengan lokasi berdekatan dg lokasi kejadian pertama. Jd total ternak yang bergejala s.d hari Jum'at 27 Oktober 2023 sebanyak 17 ekor. Diagnosa kami dermatitis dan dd LSD. Mohon difasilitasi untuk investigasi lanjutan terkait pengambilan dan pengujian sampel. Saran tindak lanjut kami. Trimkash
Terima kasih informasinya, BBVet Denpasar dengan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat melakukan penelusuran pengambilan sampel dan KIE, mohon perket pengawasan lalu lintas ternak, melakukan biosafety dan biosecurity (pengendalian vektor).
Rabu, 01 Nov 2023 15:14
Penurunan Nafsu Makan
Terdapat laporan dari peternak di desa mas mutiara mengenai sapi yang mengalami benjolan di permukaan kulit. Merespon hal tersebut dilakukan pemberian vitamin dan pengambilan sampel dengan petugas dinas peternak kan kota mataram untuk dilakukan pemeriksaan laboratoris di bbvet denpasar.
Terima kasih informasinya, segera team BBVet Denpasar dg Dinas yg membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Mataram melakukan penanganan, KIE, pengmbilan sampel diuji di Laboratorium BBVet Denpasar, hasil uji akan dilaporkan kemudian.
Kamis, 14 Sep 2023 13:23
Terjadi Kematian Itik Sejumlah 130 Ejor
Kematian itik sejumlah 130 ekor dari populasi sejumlah 5000 ekor
Terima kasih infirmasinya, BBVet Denpasar dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Buleleng melakukan investigasi pengambilan sampel dan KIE, sampel dalam proses pengujian
Kamis, 24 Agu 2023 14:46
Tes
Peternakan babi milik I Made Suardika dalam 1 bulan terakhir terjadi kematian babi sebanyak 7 ekor dgn gejala tidak mau makan, demam, ada kemerahan pada kulit
3 Mei 2023
Tgl 12 april 2023 masukkan bibit 10 ekor, kira2 3 mg kemudian tgl 3 mei mulai ada kematian babi, dan sampai dgn 3 juli 2023 total kematian sdh 20 ekor. Gejala klinis yg teramati, demam, tdk mau makan, diare warna kuning dan ada jg yg muntah darah. Saat investigasi jumlah bbi yg tersisa dikandang 30 ekor, 15 diantaranya sakit
Tim BBVet Denpasar dan Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Bangli melakukan investigasi, KIE dan hasil pengujian sampel segera akan dilaporkan
Senin, 03 Jul 2023 09:15
Penyakit Rabies
Pada tanggal 2 April 2023 perkiraan jam 01 dini hari terjadi kasus gigitan anjing pada Bapak Antonius Banunaek umur 45 th di desa Fenun, Kec. Amanatun Selatan Kab. TTS. Anjing yang tidak diketahui pemiliknya mendatangi anjing yang ada di rumah bapak Antonius ketika diusir anjing yang tidak diketahui pemiliknya tersebut menggiit betis bapak Antonius. Luka gigitan tidak dilakukan penanganan pengobatan dan anjing tidak diketahui lagi keberadaanya. Tanggal 15 Mei 2023 Bapak antonius sakit demam, tanggal 18 Mei 2023 dipaksa minum air sedikt mau minum. Selama sakit tidak diobati ke puskesmas/rumah sakit tetap dirumah. Tanggal 18 Mei 2023 Bapak Antonius meninggal. Adanya laporan ini dinas kesehatan (puskesmas oinlasi) dan Dinas Peternakan Kab TTS mendatangi rumah Bapak Antonius tanggal 23 Mei 2023 hasil observasi tidak ditemukan anjing yang menggigit Bapak Antonius dan data puskesmas oinlasi Bpk antonius belum pernah berobat ke puskesmas sehingga data riwat pasien tidak ada. Tetapi menurut info dari masyarakat Bapak Antonius ada riwayat penyakit bawaan tetapi konfirmasi keterangan kekeluarga pihak keluarga tidak mau memberikan keterangan terkait riwayat penyakit bawaan tersebut. Dinas Peternakan mengambil sampel otak (anjing sakit) dan serum di depan rumah Bapak Antonius milik Theresia Banunaek RT 004/RW 002 Desa Fenun.. Kami mohon bantuan BBVet Denpasar membantu untuk monitoring/investigasi dan pengujian sampel untuk beberapa wilayah di Kabupaten TTS yang tinggi angka kasus gigitan..
Sudah dilakuakn pengambilan sampel otak dan serun anjing oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. TTS. Sampel dalam proses uji di Lab. BBVet Denpasar. KIE tetap terus dilakukan.
Selasa, 23 Mei 2023 16:31
Tympani Rumen
Ternak mati tanpa sakit sebelumnya, mulut berbusa, sisi perut kiri membesar, pakan diberikan berupa hijauan.
Sudah dilakukan KIE dan pengambilan sampel oleh Dinas tefkait kab.jembrana dan BBVet Denpasar, sampel dalam proses pengujian di laboratoriun
Jumat, 05 Mei 2023 16:17
Babi Lemas Tidak Mau Makan
Tiba2 babi mogol makan dan lemas setelah ada 2 ekor babi baru dibkandang sebelahnya
Menceret
Kandang lembab,TDK kena sinar matahari,curah hujan sangat tinggi sehingga terjadi menceret.
Sudah ditangani Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggrai Barat, segera dipisahkan babi yang sakit dg yg sehat, melakukan desinfektan, pengobatan dan segera pengambilan sampel untuk uji lab.
Kamis, 02 Mar 2023 11:23
Banyak Bebek Mati
Bebek milik Pak Kenak ini mengalami kematian hingga 250 ekor secara berturut turut, sesuai keterangan pemilik hanya dia yang beternak bebek di sana. Gejela yg hampir sama semua yaitu berkurangnya nafsu makan lalu mati tidak ada gejala yg spesifik
Sudah ditangani Dinas terkait kota Denpasar dengan BBVet Denpasar dengan pengambilan sampel (sampel proses uji di laboratorium) dan memberikan KIE pada peternak.
Selasa, 14 Feb 2023 08:10
Suspec Mcf
Anoreksia, demam, pincang pd kaki belakang, berat badan menurun dengan cepat, leleran pada hidung +- 8 hari pasca menunjukkan klinis sakit.
Sudah ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel oleh tem BBVet Denpasar dan Dinas terkait, sampel dalam proses pengujian
Kamis, 09 Feb 2023 14:24
Se
Pada tanggal 24 Januari 2023, Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur mendapat laporan adanya kematian babi di desa Golo Meni kecamatan Kota Komba melalui petugas puskeswan Kota Komba. Selanjutnya pada tanggal 26 Januari petugas turun ke lokasi kejadian untuk mengidentifikasi kasus kematian babi.. Berdasarkan hasil penelusuran, jumlah babi yang mati di desa Golo Meni sebanyak 14 ekor dengan gejala klinis suhu tubuh tinggi, kejang, batuk-batuk, dan tidak nafsu makan.. Kejadian ini bermula saat babi dari salah satu peternak sakit lalu mati, dan peternak tersebut membuang bangkainya ke sungai, sehingga memperluas penyebaran penyakit di desa tersebut..
sudah ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel, sampel dalam proses uji di BBVet Denpasar
Rabu, 08 Feb 2023 16:18
Gga
Dalam satu Minggu terakhir Anjing menyerang dan menggigit anjing-anjing sekitar dan menggigit korban manusia 2 orang lalu mati sendiri. Sampel sudah dikirim.ke BBV Denpasar dengan hasil Positif Rabies.
Lakukan penanganan korban gigitan oleh pihak kesehatan masyarakat sesuai protap. lakukan vaksinasi rabies secara masiv untuk menekan penularan antar hewan.
Selasa, 05 Jul 2022 10:52
Anak Kambing Mengalami Kematian Mendadak Dengan Gejala Klinis Mulut Bengkak-bengkak.
Peternak memiliki 20 ekor kambing sebagian memiliki gejala klinis yg sma, sistim pemeliharaan dilepas liarkan.
Dilakukan penanganan pemisahan ternak yang sakit dengan yang sehat, segera dilakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium
Rabu, 29 Jun 2022 10:54
Hipersalivasi Dan Lepuh Pada Lidah
Ternak sapi ini di beli di saudagar sapi yang mengambil atau membeli sapi di daerah wabah PMK
Setiap kasus di lapangan mohon selalu dilaporkan ke isikhnas dg laporan syndrom prioritas atau laporan u
Jumat, 27 Mei 2022 10:021. Lakukan langkah isolasi/pisahkan ternak dari kumpulan lainnya, ternak sakit harus diperintahkan diam ditempat (stand still order)
Air Liur Berlebihan, Demam, Tdk Mau Makan, Pincang
Tgl 5 mei 2022 ada laporan sapi sakit di ds Dasan Bagik Desa Aikmel Timur Kec Aikmel Kab Lombok Timur dg gejala air liur berlebih, demam, tdk mau makan, pincang dan ingusan kmd diobati kmd tgl 6 mei 2022 diambil sampel darah dan dpt laporan lagi terjadi sapi sakit dg gejala yg sama kmd tgl 7 dan 8 me 2022 juga masih dpt laporan kasus yg sama kmd tgl 9 mei 2022 tim kabupaten Lombok Timur investigasi di kandang tsb dan di diagnosa sementara suspect PMK dan lapor ke isikhnas kmd koordinasi dg propinsi dan BBVet Denpasar kmd kirim sampel air liur dan darah ke petugas BBVet yg bertugas di propinsi NTB tgl 9 mei 2022 kmd tgl 10 - 11 mei 2022 melakukan sosialisasi ke semua petugas medik dan paramedik di lingkup dinas peternakan dan kesehatan hewan di kab Lombok Timur ttg penyakit PMK dan bahaya nya kmd tgl 12 mei 2022 mendapat hasil uji laboratorium dr BBVet Denpasar dr sampel yg telah dikirim tgl 9 mei 2022 dg hasil uji Positf Penyakit PMK demikian selanjutnya semua petugas melakukan pendataan kasus penanganan kasus dan sosialisasi kasus penyakit PMK ini ke masyarakat peternak di seluruh kab Lombok Timur..
Lakukan langkah isolasi/pisahkan ternak dari kumpulan lainnya, ternak sakit harus diperintahkan diam ditempat (stand still order)
Hipersalivasi, Anorexia
Hari rabu 4 Mei 2022 terlihat gejala pada 2 Ekor sapi yang awalnya di duga BEF., tetapi setelah diobati tdk sembuh bahkan hari sabtu 7 Mei 2022 semua sapi di kandang terjangkit, Sehingga dicurigai PMK
Berikan tindakan pengobatan dan supportif berupa vitamin roboransia, dan bahan lainnya yg membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
Sabtu, 07 Mei 2022 13:101. Lakukan langkah isolasi/pisahkan ternak dari kumpulan lainnya, ternak sakit harus diperintahkan diam ditempat (stand still order)
Sabtu, 07 Mei 2022 13:512. Berlakukan tindakan desinfeksi terhadap kandang, peralatan dan lingkungan
Sabtu, 07 Mei 2022 13:593. Lakukan tindakan biosekuriti dengan pembatasan ternak, orang, barang dan peralatan keluar masuk area kandang.
Sabtu, 07 Mei 2022 14:074. Berikan tindakan pengobatan dan supportif berupa vitamin roboransia, dan bahan lainnya yg membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
Sabtu, 07 Mei 2022 14:125. Dinas peternakan setempat melakukan pengawasan ketat terhadap populasi dimaksud dan sekitarnya.
Sabtu, 07 Mei 2022 14:16
Jumlah Hewan Sakit Awalnya Ada 6 Ekor, Sudah Dijual 5 Ekor. Sisa 1 Ekor Yang Sakit.
Babi biasanya makan lahap, tiba-tiba tidak mau makan 6 hari. Disuntik antibiotik dan vitamin dan dipantau selama 3 hari. Tetap tidak mau makan hanya mau minum air saja. Setelah hari ketiga, disuntik lagi namun hanya meredakan demam.
Dilakukan penanganan pemisahan ternak yang sakit dengan yang sehat, sudah dilakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium
Kamis, 10 Mar 2022 14:54
3 Maret Babi Sakit Dan Di Obati Sendiri Tanggal 4 Kemudian Mati Tanggal 5
Bapak nengah wijana 72 th Masuk RS KertaUsada pada tanggal 6 maret 2022 dengan keluhan : Sakit kepala, magh akut dan dari tanggal 5 maret 2022 tidak mau makan Pada tanggal 3 maret sempat mengkonsumsi babi yg daging nya di beli di Pasar dan dibuat lawar + tum babi Pasien sudah puluhan tahun memelihara babi. Babi peliharaannya ada yg mati 1 ekor pada tanggal 5 maret 2022 dengan gejala tidak mau makan selama 3 harian. Total 12 ekor babi yg tersisa dengan kondisi sehat semua.
sudah ditanganai dinas terkait kab. Buleleng, KIE dan pengambilan sampel
Kamis, 10 Mar 2022 09:05
Kematian Ternak Babi Di Desa Gunung Salak, Selemadeg Timur, Tabanan
Tanggal 21 Januari 2022 BBVet Denpasar mendapat surat dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan mengenai permintaan kegiatan Surveilans pengambilan sampel karena adanya kasus kematian babi di Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Tanggal 24 Januari Tim BBVet Denpasar besama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan turun ke lokasi Kasus kematian babi. Di lokasi tim melakukan wawancara dengan pemilik ternak atas nama Kismayana. Pemilik memiliki kandang babi dengan populasi awal 2 pejantan, 31 Indukan. Tanggal 25 Oktober 2022 pemilik mendatangakan 35 ekor babi umur 1 bulan dari Gadung dan Kemitraan peternakan babi. Kemudian tanggal 18 November 2022 pemilik mendatangkan kembali 52 ekor anak babi umur 1 bulan dari Bukian Payangan, Gianyar. Sekitar tanggal 5 desember 2022 babi asal bukian mulai terlihat sakit sebanyak 1 ekor dengan gejala tidak mau makan dan lemas. Setelah itu beberapa babi lain mulai terlihat sakit dan selang 5 hari babi yang pertama sakit mati. Tanggal 19 Desember 2022 pemilik kembali memasukkan anak babi umur 1 bulan sebanyak 75 ekor dari bukian, Payangan. Namun karena masih terjadi babi yang sakit dan mati sebelumnya babi 75 ekor tersebut dipindahkan ke kandang lain dan dititipkan. Sampai saat tim datang total kasus kematian yang terjadi sekitar lebih dari 20 ekor. Saat tim datang ada beberapa babi yang tampak lemah, tidak mau makan, kulit tampak kemerahan, dan demam. Babi yang tampak sakit tersebut diambil sampelnya, dimana sampel yang diambil adalah sampel serum sebanyak 9, sampel darah EDTA 9 sampel dan sampel swab sebanyak 6 sampel. Sampel yang diambil akan dibawa ke Laboratorium BBVet Denpasar untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.
sudah dilakukan penanganan dinas terkait kab Tabanan dan BBVet Denpasar dengan KIE dan pengambilan sampel diuji di Lab BBVet Denpasar
Rabu, 01 Feb 2023 08:57
Investigasi Kematian Ternak Babi
Tanggal 10 Januari 2022 Tim Investigasi BBvet Denpasar menerima Laporan dari Dinas Pertanian Kab Buleleng mengenai adanya Kasus Kematian ternak Babi di Desa Ringdikit, kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Tim bersama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Bali tiba dilokasi di Dusun Sari Mekar, Desa Rangdu, Kec Seririt. Kasus kematian Babi Milik Bapak Putu Oka dimana awalnya Bapak Putu Oka memiliki 24 ekor babi ( 4 ekor Indukan, 10 ekor umur 6 bulan, dan 10 ekor umur 2 bulan) kemudian dipertengahan bulan desember 2021 mulai terjadi kematian Babi, hingga menjelang akhir bulan desember 2021 babi yang mati sebanyak 20 ekor).menurut peternak babi yang sakit kemudian mati memiliki gejala klinis demam, tidak mau makan, dibadan muncul bintik kemerahan. Karena jarak waktu kematian terakhir dengan kedatangan tim investigasi cukup lama dan saat tim datang tidak ditemukan babi yang dalam keadaan sakit maka tim melakukan pengambilan sampel terhadap 4 ekor babi yang masih tersisa di kandang dan 2 ekor babi di tetangga bapak Putu Oka untuk dilakukan pemeriksaan Laboratorium
Kedepannya agar pelaporan dilakukan saat sedang terjadi kasus sehingga sampel diperoleh dari ternak yg sakit atau baru mengalami kematian, sehingga hasil investigasi lebih akurat.
Selasa, 11 Jan 2022 16:18
Babi Bantuan Pemerintah Pusat Yg Didistribusikan Di Desa Singapadu Tengah Yg Berasal Dari Desa Sebatu, Tegallalang. Babi Sakit Setelah Disebar Ke Anggota Kelompok Di Kandang Masing Masing
Hewan menunjukkan sakit setelah dilakukan pembagian babi di masing masing kelompok. Ada babi yg sakit setelah dikawinkan dg pejantan 1 dan IB 2. Gejala anoreksia, kulit kemerahan, urine kekuningan, konstipasi, mata merah
sudah ditangani dengan pemisahan babi yang sakit dengan yang sehat, dilakukan spraying desinfektan, pengobatan dan pengambilan sampel
Sabtu, 08 Jan 2022 08:59
Kerbau Sakit Dengan Gejala Lemah, Kembung, Bengkak Di Daerah Leher, Gangguan Nafas/suara Ngorok Tidak Terlalu Jelas
Tgl 10/10/21 sore 1 ekor kerbau menunjukkan gejala lemah, gangguan nafas/ngorok tp tdk terlalu jelas, keluar leleran hidung dan tgl 11/10/21 pagi terlihat bengkak didaerah leher, kembung & hipersalivasi. Kerbau pernah digembalakan dan diberi minum di tempat yang sama dengan kelompok kerbau yang mengalami kasus penyakit dg Gejala mirip SE di Dusun Tebuak Desa Tumpak.
Kesulitan Melahirkan
Kejadian jam 4:35 telat lapor sementara posisi pedet terbalik di dusun lendang galuh Dess Sigar Penjalin
masih dalam proses uji di laboratorium
Rabu, 29 Sep 2021 15:55
Kerbau Mati Dalam Jumlah Banyak, Gejala Klinis Ngorok, Hipersalivasi, Pembengkaan Mandibula, Kembung
Populasi awal 86 ekor. Selasa 6 September 2021 kerbau mati 1 ekor dan 2 ekor potong paksa, yang sebelumnya sakit dengan Gejala Hipersalivasi, gangguan nafas, ngorok, mandibula bengkak. Sampai hari Jumat 17 September 2021 total kerbau sakit sebanyak 71 ekor ( 3 ekor mati, 12 ekor dipotong paksa dan 56 ekor dijual sakit). Sisa 15 ekor hidup.
Sampel sudah diuji di Lab. Hasil uji segera disampaikan ke Dinas setempat.
Rabu, 22 Sep 2021 16:39
Mati Mendadak Dlm Jumlah Banyak
Burung tidur berkelompok di pohon asem, kehujanan dari sore hari sampai pagi hari. Paginya banyak sekali yg mati
Sudah ditindaklanjuti oleh BBVet Denpasar bersama Dinas terkait.
Minggu, 19 Sep 2021 21:25
Terimaksih informasinya, BBV Denpasar segera melakukan investigasi penelusuran kasus dan pengambilan sampel diuji di BBV Denpasar. Babi yang sakit ditangani pemberian pengobatan, isolasi dan lakukan spraying desinfektan
Senin, 18 Mei 2026 15:37